Berita Kabar LLDIKTI XVI

Transformasi Layanan Berbasis SPBE: LLDIKTI Wilayah XVI Optimalkan Presensi Digital Dosen DPK

MANADO – Sejalan dengan semangat transformasi birokrasi, LLDIKTI Wilayah XVI terus melakukan akselerasi digital melalui evaluasi sistem presensi dan layanan kepegawaian terintegrasi. Upaya ini dipertajam dalam agenda pertemuan pembinaan dosen DPK yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 Kampus Universitas Trinita Manado. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berjalan optimal guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja tenaga pendidik di wilayah Sulawesi Utara.


Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XVI, Irwan Halid, menegaskan bahwa digitalisasi layanan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk menjamin efektivitas kerja. Penggunaan aplikasi presensi online yang telah disosialisasikan merupakan bentuk pertanggungjawaban nyata atas Tunjangan Kinerja (Tukin) yang dibayarkan oleh negara. Dengan adanya sistem digital, diharapkan tidak ada lagi hambatan administratif yang menghalangi hak-hak pegawai, asalkan didukung dengan data kinerja yang tervalidasi dengan baik.


Dalam sesi evaluasi teknis, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menjelaskan fleksibilitas kerja dosen melalui skema Flexible Working Arrangement (FWA). Beliau memaparkan bahwa dosen dapat melaporkan kehadiran melalui dua status utama: Work From Office (WFO) atau Bekerja dari Kantor, serta Work From Anywhere (WFA) atau Bekerja dari Luar Kantor/Mana Saja sesuai dengan aktivitas Tridharma yang dilakukan. Munawir menekankan bahwa meskipun sistem memberikan fleksibilitas, keakuratan data GPS dan dokumentasi foto aktivitas tetap menjadi kunci utama dalam proses verifikasi kehadiran.


Dukungan pengembangan sistem ini diperkuat oleh kehadiran staf pengembangan SPBE, Hidayat Chandra, yang memaparkan rencana integrasi data kepegawaian melalui aplikasi Dikti HR. Kedepannya, sistem ini akan secara otomatis menarik data dari platform SISTER dan PDDikti, sehingga penyusunan SKP dosen menjadi lebih ringkas dan berbasis data riil (data-driven). Hal ini diharapkan dapat meminimalisir kesalahan input manual dan memberikan kepastian proses administrasi kepegawaian bagi dosen yang sering bertugas di lapangan atau daerah terpencil.


Sebagai langkah antisipatif, LLDIKTI Wilayah XVI juga memperkenalkan fitur Early Warning System untuk mengingatkan pegawai jika terdapat catatan kehadiran yang belum lengkap. Langkah ini diapresiasi oleh para peserta yang juga berkesempatan menyampaikan masukan terkait kendala teknis jaringan di beberapa titik lokasi pengabdian. Melalui sinergi antara tim IT, SDM, dan para dosen, LLDIKTI Wilayah XVI berkomitmen untuk terus menyempurnakan infrastruktur SPBE demi mewujudkan birokrasi yang lebih modern, efisien, dan melayani di lingkup pendidikan tinggi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *