Berita Kabar LLDIKTI XVI

Kemendiktisaintek Perketat Pengawasan Program RPL, LLDikti Diberi Peran Strategis

LUWUK – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat pengawasan terhadap penyelenggaraan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Pembelajaran Internasional. Melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, kementerian mengadakan kegiatan Diseminasi Sistem Monitoring dan Evaluasi di kampus Universitas Tompotika Luwuk pada Rabu, 30 Juli 2025.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan LLDikti dari seluruh Indonesia. Universitas Tompotika Luwuk, yang berada di wilayah kerja LLDikti XVI, menjadi tuan rumah bersama dengan sejumlah perguruan tinggi swasta lain sebagai panitia lokal, termasuk Universitas Muhammadiyah Luwuk, AMIK Luwuk, dan Politeknik Banggai Industri.

Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir Razak, menjelaskan bahwa RPL merupakan peluang strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, program ini membuka akses bagi masyarakat dengan pengalaman kerja untuk meraih gelar akademik, yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan rasio angkatan kerja terdidik di Indonesia. Data BPS menunjukkan angkatan kerja dengan lulusan S1 hanya berkisar 11-13 persen, jauh di bawah lulusan SMP ke bawah yang mendominasi hingga 57 persen.

Namun, Munawir juga mengungkapkan adanya kekhawatiran terkait penyalahgunaan program RPL. Belakangan ini, ia mendapati indikasi komersialisasi pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi Swasta (PTS), di mana program RPL dipromosikan secara keliru dengan janji ijazah instan dan cepat. “Fenomena ini telah menjadi keresahan bersama di antara para kepala LLDikti,” ujarnya. Ia mencontohkan kasus di wilayah lain, di mana sekitar 80 persen program RPL ditemukan tidak sesuai ketentuan, yang berujung pada pencabutan banyak ijazah.

Menanggapi hal tersebut, Munawir Razak berharap kegiatan ini dapat merumuskan kebijakan yang memperkuat peran LLDikti dalam pengawasan. Ia menekankan pentingnya peran strategis LLDikti sebagai ujung tombak kementerian di daerah yang paling memahami karakteristik perguruan tinggi di wilayahnya masing-masing.

“Kami berharap pertemuan ini dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang efektif dan dapat diimplementasikan dengan baik, sehingga pengawasan dan pembinaan program RPL bisa berjalan lebih proaktif,” pungkas Munawir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan serta seluruh pimpinan perguruan tinggi di Luwuk atas dukungan yang diberikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *