Gorontalo — LLDIKTI Wilayah XVI mendukung Pelatihan Penulisan Deskripsi Permohonan Paten Tahun 2026 Wilayah Gorontalo yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO). Pelatihan bagi dosen dan peneliti yang lolos seleksi ini dibuka di Gedung Indoor David Bobihoe Akib UMGO, Rabu (30/9/2026), dan berlangsung hingga Jumat (2/10/2026). Saat memberikan arahan, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak mendorong kampus membangun sentra kekayaan intelektual (KI) agar dosen lebih mudah mengurus paten.
Pelatihan ini merupakan program Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Setiap peserta wajib membawa draf awal dokumen permohonan paten sesuai templat di aplikasi Hiliriset. Selama rangkaian acara, mereka dijadwalkan menyusun deskripsi paten berdasarkan invensi masing-masing dengan pendampingan tim fasilitator, termasuk melalui klinik dan konsultasi. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Harian (Plh.) Direktur Hilirisasi dan Kemitraan Adhi Indra Hermanu. Adhi menjelaskan, direktoratnya berupaya agar riset bermanfaat dan memberi solusi atas persoalan sosial di masyarakat, melampaui kajian akademis dan pembuktian konsep.
Salah satu skemanya berbasis kebutuhan industri. Melalui aplikasi yang sama, pelaku industri menyampaikan produk atau teknologi yang ingin dikembangkan, lalu dosen dengan kepakaran relevan dapat mengajukan usulan untuk dinilai. Skema lain menyasar hasil riset yang sebenarnya sudah baik, tetapi terkendala saat hendak didorong ke tahap pemanfaatan. Adhi mengibaratkan kendala itu sebagai lembah kematian. “Program ini sebenarnya ingin membangun sebuah jembatan agar para dosen itu bisa menyeberang dengan selamat,” ujarnya. Menurutnya, dosen terkadang luput memperhatikan aspek nonteknis. Di sinilah pakar dilibatkan untuk memberi rekomendasi serta menganalisis risiko dari sisi regulasi, hukum, dan finansial, termasuk aspek kemitraan.
Sebagai tuan rumah, Rektor UMGO Abdul Kadim Masaong berterima kasih kepada Kemdiktisaintek atas kerja sama sekaligus amanah bagi kampusnya. Ia berharap para peserta, termasuk dosen UMGO, makin termotivasi mengurus paten. Dalam arahannya, Munawir mengungkapkan bahwa rencana pelatihan ini telah digagas bersama Adhi sejak Maret lalu. Setiap tahun, LLDIKTI Wilayah XVI berkolaborasi dengan Kemdiktisaintek menggelar pelatihan penulisan artikel dan pengelolaan jurnal; kali ini kolaborasi itu merambah bidang paten. Kegiatan ini dinilainya strategis karena paten memiliki posisi yang sangat penting bagi dosen. Jika artikel menjelaskan temuan, paten melindungi aspek teknis dari temuan yang berpotensi digunakan. Ia juga menyebutnya portofolio profesional dosen yang membuka peluang kerja sama riset dan lisensi, sekaligus aset pengetahuan institusional yang membangun reputasi kampus sebagai penghasil solusi.
Menurut Munawir, manfaat pelatihan ini semestinya tidak berhenti pada kemampuan menyusun uraian teknis sebuah invensi. “Kami berharap pelajaran ini juga mengajarkan cara pandang baru bahwa setiap riset yang baik perlu sejak awal memikirkan kebaruan, perlindungan, penggunaan, kebutuhan, dan juga dampaknya,” tuturnya. Karena itu, saat merancang penelitian, dosen harus sudah bertanya masalah apa yang bisa diselesaikan, solusi apa yang benar-benar memiliki unsur kebaruan, dan apakah solusi itu dapat diterapkan dalam produksi. Ia pun meminta perguruan tinggi mendorong dosen agar hasil penelitian tidak hanya sampai pada tahap publikasi, tetapi berlanjut menjadi invensi yang diurus patennya. Kolaborasi antara peneliti, mitra industri, dan inkubator bisnis, lanjutnya, harus dipastikan agar jumlah paten yang dihasilkan meningkat. Belakangan ini, LLDIKTI Wilayah XVI intens berkoordinasi agar kampus di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah membangun sentra KI yang memudahkan pengurusan paten.