Lewati ke konten utama
Berita Kabar LLDIKTI XVI Kabar PTS

Pembukaan PKKMB UBM Gorontalo Soroti Kompetensi yang Tak Tergantikan Teknologi

Gorontalo — Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBM) pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia sekaligus menyampaikan materi tentang sistem pendidikan tinggi di Indonesia kepada mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Pembukaan tersebut menandai hari pertama orientasi di kampus UBM.

Munawir membuka paparan dengan gambaran skala sistem pendidikan tinggi nasional. Indonesia memiliki lebih dari 4.000 perguruan tinggi dengan sekitar 34 ribu program studi, 10 juta mahasiswa aktif, dan sekitar 300 ribu dosen. Setiap tahun sekitar 2,5 juta orang lulus dari bangku kuliah, sementara lebih dari satu juta penganggur di Indonesia berstatus lulusan perguruan tinggi. Merujuk data Badan Pusat Statistik, angka partisipasi kasar pendidikan tinggi Provinsi Gorontalo mencapai 37 persen dan berada di atas angka nasional yang masih di bawah 33 persen. Untuk mendorong angka tersebut, ia menyebut Kementerian menyediakan skema KIP Kuliah yang menanggung biaya pendidikan dan biaya hidup, dengan prioritas bagi mahasiswa dari desil satu hingga desil empat.

Pada bagian teknis, ia menjelaskan Indonesia mengenal tiga jenis pendidikan tinggi, yaitu akademik, vokasi, dan profesi, serta enam bentuk perguruan tinggi: universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi, dan akademi komunitas. Munawir juga menguraikan hak mahasiswa mengikuti pembelajaran di luar program studi, batas maksimal 50 persen pembelajaran daring pada setiap program studi, serta skema Rekognisi Pembelajaran Lampau yang mengonversi pengalaman kerja menjadi satuan kredit semester melalui asesmen.

Menurutnya, kuliah tidak berhenti pada pengejaran nilai, ijazah, dan gelar. Ia meminta mahasiswa membangun keterampilan yang belum dapat digantikan mesin, mulai dari berpikir kritis dan analitis, komunikasi dan kolaborasi, literasi digital, kreativitas, kemampuan beradaptasi, hingga integritas. Munawir mengingatkan mahasiswa agar tidak menyerahkan proses berpikir kepada kecerdasan buatan. “AI masih jauh untuk ganti manusia. Tapi kalian akan digantikan oleh orang lain yang lebih menguasai AI daripada kalian,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan masa kuliah angkatan ini dengan peringatan seratus tahun kemerdekaan Indonesia pada 2045, saat mereka berada di puncak usia produktif dan mengisi pembangunan. Munawir mengajak mahasiswa merawat pola pikir bertumbuh, menurunkan cita-cita menjadi kebiasaan harian, serta terus belajar setelah lulus, karena arah karier kerap tidak berjalan lurus dengan program studi yang ditempuh. Materi pada hari pertama orientasi ini memberi mahasiswa baru UBM gambaran awal tentang posisi mereka di dalam sistem pendidikan tinggi nasional serta hak belajar yang tersedia bagi mereka. Bagi LLDIKTI Wilayah XVI, penyampaian materi seperti ini merupakan bagian dari pembinaan terhadap perguruan tinggi swasta di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah, sekaligus memastikan mahasiswa baru memahami ketentuan yang berlaku sejak awal perkuliahan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *