Lewati ke konten utama
Berita Kabar LLDIKTI XVI Kabar PTS

Mahasiswa Baru UBM Gorontalo Deklarasikan Antiplagiarisme dan Komitmen Kampus Inklusif

Gorontalo — Mahasiswa baru Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBM) mendeklarasikan sikap antiplagiarisme dan komitmen membangun kampus inklusif pada pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026, Senin, 31 Agustus 2026. Deklarasi tersebut disampaikan sebelum rangkaian sambutan pimpinan universitas, yayasan, dan Kepala LLDIKTI Wilayah XVI. Peserta PKKMB tahun akademik 2026/2027 itu berasal dari Gorontalo maupun sejumlah provinsi lain.

Deklarasi berlangsung pada hari pertama orientasi, setelah mahasiswa baru sebelumnya menjalani praorientasi. Pembentukan karakter sendiri tercantum sebagai salah satu poin dalam visi UBM.

Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Titien Dunggio, menyatakan perpindahan status dari siswa menjadi mahasiswa tidak berhenti pada perubahan sebutan. Menurutnya, status baru itu menuntut kepribadian yang lebih mandiri, bertanggung jawab, kritis, dan disiplin. Ia menegaskan fungsi UBM tidak terbatas pada pemberian ijazah, melainkan menjadi ruang membangun kompetensi, karakter, jejaring, dan pengalaman yang bermuara pada cita-cita mahasiswa. Titien berharap mahasiswa tidak menjadikan kelulusan sebagai satu-satunya target, melainkan menjadi lulusan berkualitas yang mampu berkompetisi dan bermanfaat bagi masyarakat.

Menyinggung komitmen yang baru dinyatakan mahasiswa, Titien meminta mereka menjaga kejujuran akademik. “Jadilah mahasiswa yang jujur. Jangan membiasakan diri menyontek,” ujarnya. Ia juga meminta mereka menghormati sesama teman dan dosen serta mengikuti ketentuan yang berlaku di perguruan tinggi. Titien mengingatkan mahasiswa tidak menyerah ketika menemui mata kuliah yang sulit atau tugas yang terasa berat.

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Azis Rachman, menempatkan deklarasi tersebut sebagai kesepakatan bersama yang melibatkan seluruh sivitas, bukan mahasiswa baru semata. Menurutnya, komitmen itu menjadi dasar menjaga seluruh kegiatan kampus, baik akademik maupun nonakademik. “Tadi sudah ada kesepakatan bersama, kita membangun integritas bersama,” ujarnya. Azis Rachman juga menyampaikan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah XVI selaku penanggung jawab pengawasan, pembinaan, dan evaluasi perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya. Ia menyebut akreditasi sebagai salah satu instrumen kualitas, dan UBM kini tengah mempersiapkan pengajuan akreditasi institusi. Azis berharap UBM terus didorong menjadi kampus yang lebih unggul pada masa mendatang.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menjelaskan makna inklusif yang baru saja dideklarasikan mahasiswa. Ia menyoroti keberagaman asal peserta yang tidak seluruhnya dari Gorontalo, dan meminta mahasiswa berbaur tanpa membedakan agama, suku, maupun warna kulit. “Semua agama, semua suku bangsa, semua orang diterima di kampus ini, itulah ciri-ciri kampus yang inklusif,” ujarnya. Munawir juga melarang mahasiswa menyerahkan penyelesaian tugas kepada kecerdasan buatan. Ia meminta kampus membagikan panduan penggunaan kecerdasan buatan generatif pada pendidikan tinggi yang diterbitkan Kementerian pada 2024. Komitmen antiplagiarisme dan kampus inklusif tersebut menjadi acuan perilaku akademik serta tata pergaulan mahasiswa baru UBM selama masa studi. Bagi LLDIKTI Wilayah XVI, penguatan integritas akademik dan kampus inklusif merupakan bagian dari pembinaan perguruan tinggi swasta di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *