Lewati ke konten utama
Berita Kabar LLDIKTI XVI Kabar PTS

Doktor Manajemen UBM Gorontalo Diluncurkan, Riset Diarahkan ke Persoalan Daerah

Gorontalo — Program Studi Doktor (S3) Manajemen yang baru diluncurkan Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBM Gorontalo) diarahkan menghasilkan riset yang menjawab persoalan pembangunan daerah. Peluncuran berlangsung di Aztin Convention Center, Sabtu, 8 Agustus 2026, ditandai penekanan tombol bersama oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak dan sejumlah pejabat yang hadir.

Pemerintah Provinsi Gorontalo menempatkan program ini sebagai bagian dari agenda pembangunan sumber daya manusia daerah. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Gorontalo Zukri Suratinojo, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah, menyampaikan bahwa pemerintah provinsi terbuka mengadopsi temuan riset untuk disinergikan dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah. Ia mendorong mahasiswa mengangkat isu yang dekat dengan kebutuhan daerah, mulai dari penguatan UMKM, penataan pariwisata terpadu, hingga pengelolaan lingkungan dan mitigasi bencana. “Pemerintah Provinsi Gorontalo siap menjadi mitra strategis yang berjalan seiring dengan UBM,” ujarnya.

Rangkaian acara diisi penyerahan dokumen penyelenggaraan program, mulai dari kurikulum, sistem penyelenggaraan, hingga dokumen mutu akademik, kepada Direktur Pascasarjana UBM Gorontalo Arifin Tahir. Peluncuran ini sekaligus menandai babak baru perjalanan kampus tersebut. UBM Gorontalo bertransformasi menjadi universitas pada Oktober 2019 dan membuka Program Studi Magister Manajemen pada 2023. Izin program doktor yang terbit tahun ini melengkapi jenjang layanan pendidikan yang dikelolanya.

Rektor UBM Gorontalo Titin Dunggio menuturkan, izin penyelenggaraan diperoleh setelah melewati tahapan penilaian yang panjang dan ketat. Ia berterima kasih kepada LLDIKTI Wilayah XVI dan tim penyusun usulan yang mengawal proses hingga izin terbit. Titin menyampaikan, penerimaan mahasiswa angkatan pertama telah dibuka dengan daya tampung yang terbatas, dan ia mengajak masyarakat yang berminat segera mendaftar. “Program doktor di UBM Gorontalo ini merupakan aset kita semua, aset bagi pemerintah daerah dan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan doktor yang kian dekat,” ujarnya.

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo Azis Rachman menyebut capaian tersebut lahir dari kerja kolektif seluruh jajaran kampus. Ia mengapresiasi layanan kelembagaan dan kepegawaian LLDIKTI Wilayah XVI yang dinilainya mempercepat proses pengusulan, termasuk dalam pengurusan perpindahan dosen antarwilayah. Azis meminta pengelola menjaga mutu penyelenggaraan sejak angkatan pertama. “Saya minta jaga kepercayaan masyarakat,” katanya.

Munawir menilai izin program doktor bukan capaian yang mudah diraih. Ia menjelaskan, pembukaan jenjang tersebut menuntut rekam jejak kelembagaan dan kualifikasi dosen yang tidak dapat dibangun dalam waktu singkat. “Untuk membuka program doktor, tentu saja harus ada rekam jejak yang baik dan kualifikasi dosen yang tinggi,” ujarnya. Menurut Ia, penyelenggaraan jenjang doktor di lingkungan perguruan tinggi swasta wilayah XVI masih terbatas, sehingga kehadiran program ini memiliki arti tersendiri bagi layanan pendidikan tinggi di daerah.

Munawir juga menyoroti kualifikasi dosen. Ia menyampaikan, masih banyak dosen perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya yang belum bergelar doktor, sehingga program ini diharapkan ikut mempercepat peningkatan kualifikasi tersebut. Ia berharap disertasi yang lahir dari program ini menjawab persoalan pembangunan daerah, mulai dari tata kelola pemerintahan, pemetaan UMKM, hingga pengelolaan potensi ekonomi. Ia juga meminta pengelola menjaga masa studi mahasiswa sesuai ketentuan, karena angka efisiensi kelulusan menjadi salah satu indikator kinerja perguruan tinggi. Bagi Munawir, program doktor ini menjadi langkah nyata UBM Gorontalo dalam memperkuat mutu layanan pendidikan tinggi di daerah. Peluncuran tersebut sekaligus menegaskan visi kampus itu sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mengglobal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *