Lewati ke konten utama
Berita Kabar LLDIKTI XVI

Simulasi Tanggap Darurat Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Bina Mandiri Gorontalo

Gorontalo – LLDIKTI Wilayah XVI bersama Universitas Bina Mandiri Gorontalo mengikuti simulasi tanggap darurat dan penanggulangan bencana di lingkungan kampus, Senin, 13 Juli 2026. Kegiatan yang menghadirkan instruktur dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo ini diinisiasi oleh Universitas Bina Mandiri Gorontalo sebagai tindak lanjut penandatanganan kerja sama yang sebelumnya dilakukan di Kantor SAR Gorontalo.

Simulasi ini dilatarbelakangi kondisi Gorontalo yang tergolong rawan bencana alam sehingga kesiapsiagaan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo Titin Dunggio menyampaikan bahwa latihan ini menjadi wujud nyata kelanjutan kerja sama dengan Basarnas Gorontalo. “Indonesia, khususnya Gorontalo, merupakan daerah yang rentan terhadap bencana alam. Melalui agenda simulasi tanggap darurat ini, kita dapat mengidentifikasi sejak awal, baik terhadap diri sendiri maupun lingkungan kita,” ujar Titin.

Sepanjang kegiatan, peserta memperoleh materi sekaligus praktik langsung dari instruktur Basarnas Gorontalo. Penekanan diberikan pada cara menghadapi keadaan darurat, langkah penyelamatan diri, serta perlindungan terhadap lingkungan sekitar, dengan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap tahap latihan.

Kepala Sub Seksi Sumber Daya Pencarian dan Pertolongan Basarnas Gorontalo Syafruddin, yang mewakili Kepala Basarnas Gorontalo, menegaskan pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana. “Penanggulangan bencana bukan hanya soal kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai kedaruratan,” katanya. Ia berharap kerja sama yang terjalin memberi manfaat luas dan mengingatkan peserta untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam praktik.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak menyampaikan terima kasih kepada Universitas Bina Mandiri Gorontalo atas tindak lanjut kerja sama yang kini memasuki tahap implementasi melalui simulasi ini. Menurutnya, kesiapan menghadapi keadaan darurat merupakan bagian penting dari kemampuan beradaptasi. “Salah satu langkah adaptasi dalam menghadapi bencana adalah mempersiapkan diri. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik bersama instruktur dari Basarnas,” ujar Munawir.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *