Berita Kabar LLDIKTI XVI

Mahasiswa KKN Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba di Desa se-Gorontalo

Gorontalo — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari perguruan tinggi di wilayah Gorontalo dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di tingkat desa dan kelurahan, dalam kegiatan Penandatanganan Kesepakatan Kerja Bersama yang diselenggarakan di Kantor BNNP Gorontalo pada Senin, 19 Mei 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BNNP Gorontalo, Sri Bardiyati, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum, Irwan Halid, pimpinan perguruan tinggi peserta, serta Ketua LPPM dari perguruan tinggi di wilayah Gorontalo.


Ketua Tim Bidang P2M BNNP Gorontalo, Abdul Muchars Daud, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya diselenggarakan BNNP Gorontalo — sebelumnya telah dilaksanakan di Universitas Negeri Gorontalo dengan melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta di provinsi Gorontalo. Ia menegaskan bahwa Gorontalo sudah masuk kategori rawan peredaran narkoba sehingga diperlukan intervensi menyeluruh melalui program Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Saat ini BNNP Gorontalo telah menetapkan 14 desa prioritas sebagai sasaran program Bersinar, di mana setiap desa telah mendapatkan berbagai bentuk intervensi termasuk pembentukan relawan anti narkoba dan pelatihan lima orang agen pemulihan sebagai garda terdepan penanganan tahap awal sebelum kecanduan mencapai tingkat sedang dan berat.


Abdul Muchars menegaskan bahwa program Bersinar tidak dapat berjalan tanpa dukungan dari seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, mahasiswa yang terjun langsung ke masyarakat melalui KKN memiliki posisi yang sangat strategis — tidak hanya sebagai pelaksana kewajiban akademik, tetapi juga sebagai penyampai edukasi P4GN kepada masyarakat yang selama ini masih banyak belum memahami bahaya narkoba. Ia mendorong perguruan tinggi untuk memastikan mahasiswa peserta KKN mendapatkan pembekalan materi P4GN sebelum turun ke lapangan agar edukasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar efektif dan tepat sasaran.


Kepala BNNP Gorontalo, Sri Bardiyati, menambahkan bahwa selain edukasi, mahasiswa KKN juga diharapkan membantu pelaksanaan deteksi dini melalui tes urin bekerja sama dengan BNN dan pemerintah desa. “Kita berharap desa dan kelurahan yang sebelumnya masuk kategori rawan dapat bertransformasi menjadi desa dan kelurahan bersih narkoba,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa perubahan tidak akan terwujud hanya dengan slogan — melainkan melalui partisipasi aktif masyarakat yang digerakkan oleh sinergi antara BNN dan perguruan tinggi.


Sebagai tindak lanjut konkret dari Kesepakatan Kerja Bersama ini, BNNP Gorontalo dan perguruan tinggi akan menyusun rencana aksi yang mencakup integrasi materi P4GN dalam pembekalan KKN serta pendampingan berkelanjutan antara dosen pembimbing, pemerintah desa, dan BNNP Gorontalo. Irwan Halid menambahkan bahwa LLDIKTI Wilayah XVI mendorong seluruh perguruan tinggi swasta di wilayah Gorontalo untuk memastikan program KKN tematik P4GN ini berjalan terstruktur dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di desa-desa prioritas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *