Berita

Renstra LLDIKTI XVI Direviu, Perencanaan Berbasis Data Riil Jadi Prioritas

Gorontalo — LLDIKTI Wilayah XVI menggelar kegiatan Pemantapan dan Reviu Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029 pada Jumat, 17 April 2026, bertempat di kampus Universitas Bina Taruna Gorontalo. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai, Kepala Bagian Umum, Ketua Tim Kerja, dan Tim Satuan Pengawasan Internal (SPI) LLDIKTI Wilayah XVI.

Reviu Renstra ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya penguatan perencanaan strategis lembaga sekaligus penyelarasan arah kebijakan dan program kerja. Setiap unit dan Tim Kerja yang menjadi penanggung jawab Indikator Kinerja Utama (IKU) diberikan ruang untuk membahas capaian tahun 2025, membandingkannya dengan Perjanjian Kinerja (PK) 2025, serta menyesuaikannya dengan target Renstra yang telah ditetapkan. Penyusunan target layanan dilakukan melalui pendekatan berbasis masalah, sehingga setiap IKU berangkat dari kondisi nyata di lapangan.

Sesi pemantapan di pagi hari difokuskan pada penguatan target Renstra 2025–2029 oleh masing-masing penanggung jawab IKU, mulai dari Bagian Umum yang menangani layanan SPBE dan perencanaan, Tim Kerja Penguatan Kualitas Kerjasama, Kelembagaan, dan Tata Kelola, Tim Kerja Belmawa, Tim Kerja SDPT, hingga Tim Kerja Penguatan Mutu Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Pada sesi siang, pembahasan beralih ke reviu capaian dengan menelaah kesesuaian antara realisasi program dan target yang telah direncanakan. Salah satu isu yang mengemuka adalah perlunya instrumen pengukuran kepuasan pengguna layanan yang tidak tercakup dalam platform SIPINTER, seperti layanan jabatan fungsional dosen melalui SISTER dan layanan di bawah Tim SDPT. Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, mengusulkan agar pengelolaan survei layanan tersebut dipusatkan pada satu unit atau satu staf yang ditunjuk secara khusus, sehingga umpan balik dari para pemangku kepentingan dapat dikumpulkan secara lebih terstruktur dan konsisten.

Munawir menegaskan dua hal pokok yang harus menjadi pegangan seluruh pegawai. Pertama, setiap penanggung jawab IKU wajib mendahulukan pencarian data riil sebelum menyusun target program agar perencanaan tidak bersandar pada asumsi. Kedua, ia menekankan bahwa efisiensi bukan semata soal penghematan anggaran, melainkan juga soal ketepatan sasaran program agar setiap sumber daya yang digunakan benar-benar memberikan dampak yang terukur bagi layanan pendidikan tinggi.

Kegiatan ditutup oleh Kepala LLDIKTI XVI disertai komitmen bersama untuk membentuk tim kerja per Indikator Kinerja Utama (IKU) guna merampungkan penyusunan target layanan Renstra secara lebih terukur. Sebagai tindak lanjut, lembaga akan membangun mekanisme umpan balik layanan yang melibatkan para pemangku kepentingan secara langsung, sebagai wujud komitmen LLDIKTI Wilayah XVI dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan pengguna.

Satu Komentar

  1. Download video TikTok without watermark in HD. Fast TikTok Downloader, free and easy to use – no login required. Save videos instantly on any device.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *