Berita

LLDIKTI XVI Gelar Bimtek PKM 2026, Dorong PTS Tembus Panggung PIMNAS

Gorontalo – LLDIKTI Wilayah XVI menggelar Bimbingan Teknis dan Pendampingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 pada 7 – 8 April 2026 secara hibrida, bertempat di Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Kegiatan ini diikuti pimpinan perguruan tinggi swasta, dosen pendamping, dan mahasiswa dari tiga provinsi wilayah kerja LLDIKTI XVI Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah – dengan satu tujuan bersama: mendorong lebih banyak mahasiswa swasta agar mampu melangkah ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS).

Selama ini, perguruan tinggi swasta kerap kalah bersaing di tahapan seleksi bukan karena kurang berbakat, melainkan karena kurang mendapat pendampingan yang memadai. Bimtek ini hadir untuk menjawab kebutuhan itu.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya pemerataan kesempatan berprestasi bagi seluruh perguruan tinggi swasta. Ia mengajak para pimpinan PTS dan dosen pembimbing untuk menjadikan PKM bukan sekadar agenda tahunan, melainkan prioritas kelembagaan yang dikawal dengan pendampingan serius dan kepercayaan diri yang terus dibangun, sehingga ide-ide mahasiswa benar-benar tumbuh menjadi karya yang berdampak. Rektor Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Abd. Kadim Masaong, selaku tuan rumah, melengkapi dengan lima hal yang ia yakini menjadi pondasi keberhasilan dalam PKM: kolaborasi yang erat antara dosen dan mahasiswa, kepercayaan diri untuk bersaing, kesiapan fisik dan mental yang prima, visi yang jelas, serta keberanian dalam menghadapi tantangan.

Dua narasumber membagikan pengalaman dan keahlian mereka secara bergantian. Asta Juliarman Hatta dari Universitas Negeri Gorontalo mengajak peserta untuk memulai dari hal yang paling dekat, permasalahan nyata di lingkungan sekitar, lalu merancang solusi yang spesifik, inovatif, dan realistis. Ia juga mendorong pembentukan tim lintas disiplin agar proposal terlihat lebih kuat dan komprehensif di mata penilai. Jamaluddin dari Universitas Tadulako melengkapi dengan sisi teknis yang tak kalah krusial: banyak proposal gugur bukan karena idenya kurang bagus, melainkan karena salah format. Mulai dari sampul yang tidak sesuai, penomoran halaman yang keliru, hingga tingkat plagiarisme yang melampaui batas, semua bisa menjadi alasan penolakan sebelum isi proposal sempat dibaca. Ia juga menyarankan agar mahasiswa mengangkat topik kearifan lokal dan potensi endemik setempat yang memiliki nilai kebaruan dan belum banyak dieksplorasi oleh pesaing dari wilayah lain.

Bimtek dua hari ini bukan sekadar pelatihan teknis. Bagi LLDIKTI Wilayah XVI, ini adalah bagian dari tanggung jawab nyata dalam mendampingi perguruan tinggi swasta agar mahasiswanya bisa berdiri sejajar dengan kampus lain di tingkat nasional. Harapannya sederhana: semakin banyak nama dari Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah yang terdengar di panggung PIMNAS tahun ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *