Jakarta — Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyelenggarakan webinar bertema “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Mendukung Riset dan Publikasi” pada Rabu, 22 April 2026, secara daring. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, peneliti, dan mahasiswa dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia dan merupakan bagian dari program webinar rutin yang diselenggarakan dua minggu sekali oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan.
Webinar ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan kapasitas riset dan publikasi di lingkungan perguruan tinggi. Kemdiktisaintek mendorong dosen dan peneliti untuk memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dalam mendukung proses pencarian data, analisis referensi, hingga penulisan karya ilmiah — dengan tetap menjunjung etika akademik sebagai landasan utama.
Ketua Tim Kerja Ekosistem Pendidikan Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Yogadwi Aryanda, yang mewakili Direktur dalam pembukaan webinar menegaskan posisi kecerdasan buatan dalam ekosistem riset. “AI bukan untuk menggantikan peran Bapak Ibu, melainkan menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas luaran riset,” ujarnya. Ia juga menginformasikan bahwa seluruh program dan jadwal webinar dapat diakses melalui platform Talenta di laman risbang.kemdiktisaintek.go.id/talenta.
Narasumber webinar, Hasan Subekti dari Universitas Negeri Surabaya, memaparkan berbagai tantangan yang kerap dihadapi dosen dalam berkarya ilmiah — mulai dari beban mengajar yang tinggi, kesulitan menulis dalam bahasa Inggris, hingga standar publikasi internasional yang semakin ketat. Ia memperkenalkan sejumlah perangkat kecerdasan buatan yang dapat membantu seperti Elicit untuk pencarian literatur, Mendeley dan Zotero untuk manajemen referensi, serta Grammarly dan Quilbot untuk perbaikan tata bahasa. “Yang menentukan baik benarnya, sesuai tidaknya itu tetap ada pada peneliti — AI hanya membantu, bukan menggantikan,” tegasnya.
Webinar ditutup dengan sesi diskusi yang membahas cara mengurangi persentase kemiripan dalam Turnitin serta panduan praktis memanfaatkan AI tanpa melanggar etika akademik. Dosen dan peneliti di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah yang belum sempat mengikuti sesi ini dapat mengakses rekaman dan informasi jadwal webinar berikutnya melalui platform Talenta di laman risbang.kemdiktisaintek.go.id/talenta.