Berita Kabar LLDIKTI XVI Pembelajaran dan Kemahasiswaan

LLDIKTI Wilayah XVI Dorong Mutu Kemahasiswaan melalui Bimtek Simkatmawa 2026

Gorontalo – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sosialisasi Kebijakan dan Sharing Session Sistem Informasi Manajemen Pemeringkatan Kemahasiswaan (Simkatmawa) secara daring, Jumat (6/3). Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi antara pimpinan Perguruan Tinggi (PT) dan operator mengenai mekanisme penilaian kinerja kemahasiswaan di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, menegaskan bahwa pelaporan Simkatmawa bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan instrumen untuk membangun ekosistem mahasiswa yang adaptif. Di era transformasi digital, mahasiswa wajib memiliki soft skills seperti berpikir kritis dan kolaborasi untuk mendukung visi “Kampus Berdampak”. Simkatmawa hadir sebagai alat evaluasi kinerja kampus dalam membina potensi tersebut.

Narasumber dari Tim Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Alamul Huda, menjelaskan empat komponen utama penilaian Simkatmawa: Prestasi Belmawa (45%), Kegiatan Mandiri (25%), Manajemen Kelembagaan (15%), dan Rekognisi Non-Kompetisi (15%). Ia mengingatkan bahwa mulai tahun ini, LLDIKTI terlibat aktif dalam verifikasi data. Validitas dokumen, mulai dari aksesibilitas tautan hingga keaslian sertifikat, menjadi syarat mutlak kelancaran proses verifikasi.

Sebagai referensi implementasi, Wendy Muhammad Fadli dari Tim Kemahasiswaan Universitas Widya Nusantara Palu membagikan praktik manajemen pelaporan yang telah mencapai hasil optimal. Ia menyarankan perguruan tinggi untuk fokus pada program dengan bobot penilaian besar, seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres). Penguatan sistem internal dianggap lebih efisien daripada menjadikan pelaporan sebagai beban administratif tahunan.

Bimtek ini juga membahas solusi atas kendala pendanaan transportasi mahasiswa untuk kompetisi nasional. Pihak kampus diarahkan untuk mengoptimalkan skema bantuan kementerian, seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), atau memprioritaskan kompetisi daring berskala nasional. Kunci keberhasilan Simkatmawa terletak pada ketepatan waktu pelaporan serta keabsahan bukti dukung yang diunggah oleh setiap perguruan tinggi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *