PALEMBANG (14/02) – Memasuki hari ketiga Focus Group Discussion (FGD) Pimpinan LLDIKTI se-Indonesia di Hotel Wyndham Opi Palembang, Sabtu (14/02), Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, menekankan pentingnya perubahan fundamental dalam pola pembinaan perguruan tinggi. Wamen memperkenalkan filosofi kebijakan “One Size Does Not Fit All” sebagai basis klasterisasi perguruan tinggi di Indonesia.
Wamen Fauzan menjelaskan bahwa intervensi pemerintah tidak boleh lagi bersifat generik. Melalui klasterisasi yang presisi, perguruan tinggi yang masuk kategori unggul akan diberikan otonomi lebih luas, sementara kampus yang masih berada pada kategori “Cukup” akan mendapatkan pembinaan yang lebih intensif. Langkah ini diambil agar setiap kebijakan yang dilahirkan kementerian benar-benar berdampak nyata pada peningkatan mutu lulusan secara merata.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Razak, yang bertindak sebagai moderator dalam sesi strategis tersebut, menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan kementerian. Munawir melaporkan bahwa LLDIKTI Wilayah XVI telah meninggalkan pola pembinaan seragam dan beralih ke pendekatan yang disesuaikan (customized approach) berdasarkan peta kinerja masing-masing kampus di wilayah kerjanya.
Munawir menyarankan agar distribusi kuota KIP Kuliah dilakukan dengan pendekatan berbasis Prodi untuk meningkatkan efektivitasnya. Menurutnya, fokus pemberian beasiswa sebaiknya diprioritaskan pada disiplin ilmu yang memiliki dampak luas bagi masa depan, seperti STEM. Hal ini bertujuan agar pemanfaatan anggaran negara lebih berorientasi pada pencapaian prestasi akademik dan relevansi lulusan, sehingga pendistribusiannya tidak hanya bersifat pemerataan jumlah mahasiswa di setiap kelas.
Terkait dukungan daerah, Munawir mendorong adanya langkah harmonisasi yang lebih hangat antara instansi pusat demi mempermudah penyaluran hibah bagi PTS. Beliau berharap kendala administratif yang selama ini membayangi proses serah terima aset dapat segera menemukan titik temu. Baginya, kepastian hukum adalah kunci utama agar kerja sama pembangunan pendidikan di tingkat lokal dapat berjalan beriringan tanpa keraguan.
Saya mau urus portal dikti saya menjadi lulus