GORONTALO – Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah terlihat nyata di Kabupaten Boalemo. pada selasa (10/2/2026), Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Habibie, Sekda Provinsi Gorontalo Sofyan Ibrahim, bersama Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, dan jajaran Forkopimda menyambut hangat kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Stella Christie. Kehadiran para pimpinan daerah ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk dukungan konkret terhadap percepatan pembangunan “Sekolah Garuda”, sebuah proyek strategis nasional untuk mencetak talenta STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Dalam peninjauan lokasi di Desa Piloliyanga, dukungan Pemerintah Kabupaten Boalemo terbukti tidak main-main. Wakil Bupati Lahmuddin Hambali memaparkan kesiapan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) yang statusnya kini dikuasai penuh oleh pemerintah daerah. Dari total 113 hektare kawasan yang tersedia, Pemkab Boalemo mengalokasikan 30 hektare khusus untuk Sekolah Garuda, melampaui estimasi kebutuhan awal. Kawasan ini dinilai sangat premium karena hanya berjarak dua kilometer dari pusat pemerintahan di Kecamatan Tilamuta dan memiliki akses langsung ke sumber daya alam vital.
“Di sebelah utara ini ada dua air terjun dan sumber air PDAM, sehingga sangat mendukung,” ungkap Lahmuddin saat mempresentasikan potensi lahan kepada Wamen Stella. Ketersediaan infrastruktur dasar dan lingkungan yang asri ini dinilai sangat kondusif untuk mendukung metode pembelajaran sains yang membutuhkan konsentrasi dan kedekatan dengan alam.
Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Boalemo ini diapresiasi tinggi oleh Wamen Stella Christie. Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci untuk mengubah paradigma ekonomi berbasis sumber daya alam menjadi ekonomi berbasis pengetahuan. Ia menegaskan bahwa investasi fisik yang disiapkan daerah akan disempurnakan oleh pusat dengan kurikulum berstandar dunia dan kesejahteraan guru yang terjamin, termasuk penyediaan rumah tapak bagi para pendidik, bukan sekadar asrama. Sinergi lintas level pemerintahan ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi lahirnya inovator-inovator masa depan dari wilayah timur Indonesia.