Jakarta– Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyelenggarakan sosialisasi Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2026 secara daring pada Kamis (5/2/2026). LLDIKTI Wilayah XVI mengikuti kegiatan pada Sesi I pukul 08.00 – 12.25 WITA yang dihadiri oleh 84 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Sosialisasi berlangsung melalui Zoom Meeting dan Live Streaming YouTube channel Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, diikuti oleh para pimpinan bidang kemahasiswaan, dosen pendamping, dan operator kampus untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Sosialisasi menghadirkan langsung tim lengkap dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Direktur Belmawa, Beni Bandanadjaja, membuka sesi dengan menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam pemberdayaan masyarakat desa. Materi kemudian dilanjutkan oleh Uyu Wahyudin dan Mentarti dari tim PPK Ormawa Kemdiktisaintek yang membahas filosofi penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan serta strategi memilih lokasi desa sasaran. Sementara itu, tim teknis yang terdiri dari Agus Setiawan, Hari Jefri, Cipto, Sahran Saputra, dan Novitasari menjelaskan detail penilaian substansi, efisiensi anggaran, dan panduan penggunaan sistem aplikasi.
Tahun ini, PPK Ormawa mengalami beberapa perubahan penting yang perlu dipahami oleh seluruh PTS. Anggaran maksimal untuk setiap program disesuaikan menjadi Rp30 juta dengan topik yang disederhanakan menjadi 8 kategori utama. LLDIKTI Wilayah XVI menekankan bahwa pemahaman yang baik terhadap aturan baru ini akan membantu PTS menghindari kesalahan teknis yang sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Konsolidasi pemahaman ini menjadi kunci agar proposal dari Wilayah XVI memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional.
Karakteristik geografis wilayah Sulawesi dan Gorontalo memberikan keunggulan tersendiri dalam kompetisi ini. Wilayah yang didominasi oleh kawasan pesisir dan lahan pertanian luas membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan program bertema “Desa Maritim” dan “Smart Farming”. Mahasiswa tidak hanya dituntut menyusun proposal yang baik di atas kertas, tetapi juga harus mampu menghadirkan inovasi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa. Program dengan nilai kemanfaatan tinggi dipastikan akan mendapat penilaian lebih baik dari tim juri nasional.
LLDIKTI Wilayah XVI mengajak seluruh PTS untuk segera melakukan koordinasi internal dan mempersiapkan proposal terbaik sebelum batas akhir pengunggahan pada Maret 2026. Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari LLDIKTI, diharapkan kualitas proposal tahun ini akan meningkat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Target besar yang diusung adalah membawa delegasi LLDIKTI Wilayah XVI meraih prestasi gemilang dan penghargaan di ajang Abdidaya 2026, membuktikan bahwa kampus-kampus di Sulawesi dan Gorontalo mampu bersaing di tingkat nasional.
Direktorat Belmawa Gelar Sosialisasi PPK Ormawa 2026, LLDikti Wilayah XVI Ikuti Sesi I