Berita Kabar LLDIKTI XVI

Pimpin Briefing Awal Tahun, Munawir Razak Gaungkan Transformasi Budaya Kerja Menuju Diktisaintek Berdampak

GORONTALO – Mengawali tahun anggaran 2026, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI bergerak cepat dengan menggelar “Briefing Awal Tahun” yang dipimpin langsung oleh Kepala Lembaga, Munawir Razak, pada Jumat (2/1/2026). Dalam pertemuan strategis yang dihadiri seluruh jajaran pegawai ini, Munawir menegaskan urgensi transformasi total budaya kerja dari sekadar rutinitas administratif menjadi kinerja berbasis hasil (outcome-oriented). Langkah ini diambil demi mendukung visi besar Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menuju Indonesia Emas 2045, dengan menekankan bahwa ekosistem pendidikan tinggi yang sehat hanya dapat tumbuh melalui koordinasi yang rapi dan kolaborasi yang mudah.

Evaluasi kinerja tahun 2025 menjadi pembuka yang krusial, di mana LLDIKTI Wilayah XVI mencatatkan tren positif pada peningkatan jumlah Guru Besar (GB), Lektor Kepala (LK), dan proposal penelitian yang didanai. Kendati demikian, Munawir menyoroti tajam perlunya perbaikan fundamental pada etos kerja harian. Ia secara spesifik menginstruksikan jajarannya untuk meminimalisir distraksi digital dan memaksimalkan fokus kerja, terutama pada jam-jam produktif di pagi hari. “Tahun 2026 harus menjadi momentum peningkatan kualitas kerja, bukan sekadar pengulangan rutinitas. Integritas, disiplin, dan akuntabilitas adalah fondasi pelayanan publik yang tidak bisa ditawar,” tegas Munawir di hadapan para staf.

Guna mengakselerasi efektivitas organisasi dalam mengawal 44 tugas pokok fungsi yang dinilai terlalu gemuk untuk struktur saat ini, LLDIKTI Wilayah XVI telah mengambil langkah progresif dengan mengusulkan restrukturisasi organisasi ke Kementerian. Usulan struktur baru ini memproyeksikan pembagian fokus menjadi dua bidang utama: Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Perguruan Tinggi, serta Bidang Pembelajaran, Riset, dan Kemahasiswaan. Perubahan ini diharapkan mampu memperluas rentang kendali (span of control) dan memperjelas kepemilikan tugas (ownership), sehingga layanan kepada perguruan tinggi menjadi lebih responsif dan terukur.

Sebagai jantung dari strategi 2026, LLDIKTI Wilayah XVI juga melakukan revisi signifikan terhadap Indikator Kinerja Utama (IKU). Dari 7 indikator sebelumnya, kini dikembangkan menjadi 9 IKU baru dengan kriteria yang lebih ketat dan kompleks. Kesembilan IKU tersebut mencakup spektrum luas mulai dari keunggulan layanan, kualitas pelaporan PDDikti, predikat Zona Integritas, hingga implementasi kebijakan anti-kekerasan dan anti-korupsi di kampus. Munawir menekankan strategi “jemput bola” dan pendekatan berbasis data untuk mencapai target-target tersebut, salah satunya melalui intervensi langsung ke kampus-kampus yang membutuhkan pendampingan akselerasi jabatan fungsional dosen.

Menutup arahannya, Munawir memberikan mandat tegas berupa aksi nyata (actionable steps) kepada seluruh tim kerja. Seluruh pegawai diwajibkan menyusun target IKU dan rancangan program kerja 2026 berbasis Strategy Map dan analisis kesenjangan selambat-lambatnya pada pekan pertama Januari. Hal ini dilakukan sebagai persiapan matang sebelum presentasi kinerja di hadapan Menteri dan Sekretaris Jenderal, memastikan bahwa program yang dirancang tidak hanya selesai secara administratif, tetapi benar-benar “membumi” dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu perguruan tinggi di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *