Berita Kabar LLDIKTI XVI

Bawa Misi Strategis Tanggap Situasi Darurat, LLDIKTI Wilayah XVI dan Basarnas Gorontalo Perkokoh Kerja Sama

Gorontalo- Menindaklanjuti penguatan koordinasi antarlembaga, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Provinsi Gorontalo pada Kamis (22/01/2026).

Kunjungan ini merupakan agenda balasan sekaligus langkah konkret dalam menjajaki kerja sama formal melalui rencana Penanda tanganan Perjanjian Kerjasama antar kedua Lembaga, dengan fokus memperkenalkan tugas dan fungsi BASARNAS kepada civitas akademika di seluruh PTS Gorontalo

​Kehadiran rombongan LLDIKTI Wilayah XVI yang didampingi oleh Kepala Bagian Umum, Irwan Halid, beserta staf, disambut hangat oleh Kepala Kantor Basarnas Provinsi Gorontalo, Heriyanto beserta jajaran pejabat strukturalnya. Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari komunikasi intensif yang sebelumnya telah dibangun saat jajaran Basarnas berkunjung ke Kantor LLDIKTI Wilayah XVI pada 19 Januari 2026 lalu.

​Fokus utama dalam pembahasan tersebut mencakup integrasi program tanggap situasi darurat/bencana ke dalam lingkup pendidikan tinggi swasta di wilayah XVI. Kolaborasi ini direncanakan tidak hanya menyasar aspek birokrasi, tetapi juga menyentuh mahasiswa dan dosen di berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Melalui kerja sama ini, diharapkan tercipta program pelatihan penyelamatan, mitigasi bencana bagi relawan kampus, hingga pemanfaatan kepakaran akademisi dalam mendukung tugas-tugas kemanusiaan yang dilakukan oleh Basarnas.

​Langkah strategis ini diharapkan dapat memberikan dimensi baru bagi peran perguruan tinggi, tidak hanya sebagai pusat intelektual tetapi juga sebagai garda terdepan dalam pengabdian masyarakat saat terjadi bencana. Dengan adanya payung hukum kerja sama yang kuat, sinergi antara LLDIKTI Wilayah XVI dan Basarnas diharapkan dapat menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman, siaga, dan memiliki ketangguhan dalam menghadapi berbagai potensi risiko bencana di wilayah Sulawesi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *