Manado – Sebuah catatan fenomenal mewarnai Sidang Senat Terbuka pengukuhan Guru Besar Universitas Klabat (UNKLAB) pada Minggu (25/01/2026). Di balik khidmatnya prosesi pengukuhan, muncul satu narasi inspiratif mengenai Prof. Andrew Tanny Liem, S.Si., M.T., Ph.D., di usianya yang baru menginjak 44 tahun secara resmi dinobatkan sebagai Guru Besar termuda di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI saat ini. Pencapaian ini menjadi standar baru sekaligus motivasi bagi ribuan dosen muda di seluruh Indonesia.
Ketua Tim Sumber Daya LLDIKTI XVI, Rivai Hamzah, saat membacakan Keputusan Menteri, memberikan penekanan khusus pada perjalanan karier Prof. Andrew. Beliau mengungkapkan bahwa raihan gelar profesor ini merupakan buah dari prestasi akademik yang luar biasa, di mana Prof. Andrew berhasil menempuh jalur akselerasi melalui mekanisme loncat jabatan dari Asisten Ahli langsung menuju Lektor Kepala, hingga akhirnya meraih gelar tertinggi akademik dalam usia yang sangat produktif.
Keberhasilan Prof. Andrew menembus jabatan Guru Besar hanya dalam satu kali pengusulan tanpa hambatan administratif menunjukkan kualitas riset dan dedikasi yang mumpuni. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, Menurut beliau, capaian ini adalah bukti bahwa usia bukan penghalang untuk meraih puncak karier akademik selama dosen memiliki fokus riset yang konsisten dan kemauan kuat untuk terus berkembang.
Di balik layar kesuksesan ini, peran aktif Tim Sumber Daya LLDIKTI XVI sangat krusial. Selain Rivai Hamzah, tampak hadir anggota tim lainnya yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan layanan proaktif. Kehadiran tim secara lengkap di lokasi pengukuhan menegaskan komitmen LLDIKTI XVI dalam melakukan strategi “jemput bola”, memberikan pendampingan teknis yang intensif, dan memangkas birokrasi yang selama ini dianggap menghambat kemajuan karier dosen. Pencapaian Prof. Andrew Tanny Liem ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi dosen muda di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Dengan kepakarannya di bidang jaringan komputer cerdas, Prof. Andrew kini siap mengabdikan ilmunya untuk keadilan akses digital di Indonesia. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi dunia akademik bahwa dengan sistem pendampingan yang tepat dari LLDIKTI XVI dan motivasi internal yang kuat, gelar profesor kini bukan lagi sekadar impian masa tua, melainkan target nyata bagi akademisi masa kini.