MANADO – Dalam rangkaian penutup Layanan Konsultasi SIAGA di STF Seminari Pineleng, LLDIKTI Wilayah XVI menitikberatkan pada pengembangan kualitas pendidikan vokasi di daerah. Penguatan sektor vokasi dipandang strategis untuk memastikan lulusan perguruan tinggi swasta di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Fokus ini merupakan bagian dari upaya LLDIKTI XVI dalam mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan teknologi.
Narasumber dari Direktorat Kelembagaan, Alif Anang Sudrajat, menjelaskan bahwa karakteristik utama usulan program studi vokasi adalah kewajiban adanya kerja sama riil dengan mitra industri. Kerja sama tersebut harus mencakup empat aspek utama, yaitu penyusunan kurikulum bersama, kehadiran dosen praktisi, penyediaan lokasi magang bagi mahasiswa, hingga komitmen penyerapan lulusan di dunia kerja. Ia menegaskan bahwa rasio jam praktik pada pendidikan vokasi minimal sebesar 60% agar mahasiswa mendapatkan keterampilan teknis yang mutakhir.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Razak, menyatakan dukungannya terhadap transformasi vokasi sebagai jembatan bagi mahasiswa daerah menuju karier profesional di masa depan. Dengan melibatkan pimpinan yayasan dan badan penyelenggara, LLDIKTI Wilayah XVI berperan memfasilitasi keselarasan antara visi kementerian dengan kesiapan infrastruktur di kampus-kampus daerah. Langkah ini diharapkan mampu menjawab tantangan pengangguran terdidik melalui ketersediaan program studi yang memiliki keterhubungan langsung dengan potensi ekonomi lokal.
Ketua Tim Kerja Penataan Perguruan Tinggi Akademik, Henriette Minerva Poernomo, bersama tim teknis terus memberikan asistensi bagi PTS yang berencana melakukan penggabungan institusi guna memperkuat kapasitas pendidikan vokasi. Layanan konsultasi di meja khusus vokasi membantu pengelola yayasan dalam memahami skema investasi sarana prasarana yang mendukung pembelajaran berbasis praktik industri. Sinergi ini diperlukan agar PTS tidak hanya mencetak lulusan berijazah, namun juga memiliki daya saing kompetensi yang tervalidasi oleh industri.
Di akhir rangkaian kegiatan, Ketua Tim Kerja Kelembagaan LLDIKTI Wilayah XVI menyampaikan harapannya agar PTS di wilayah XVI semakin aktif dalam menjalin kemitraan strategis dengan sektor industri di wilayah masing-masing. Ia mengharapkan hasil dari layanan konsultasi ini segera ditindaklanjuti oleh pengelola kampus dengan menyempurnakan dokumen usulan sesuai standar yang telah dibahas. Harapan utamanya adalah agar transformasi pendidikan vokasi ini menjadi motor penggerak peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah Gorontalo dan Sulawesi.