GORONTALO – Menyongsong era baru pendidikan tinggi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah I hingga XVII menggelar Rapat Koordinasi Penyamaan Persepsi secara daring pada Selasa, 6 Januari 2026. Pertemuan ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan upaya menyusun “Cetak Biru” kinerja periode 2026-2029 yang berorientasi penuh pada dampak (Outcome-Oriented). Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Razak, menegaskan bahwa mulai tahun ini, keberhasilan LLDIKTI tidak lagi diukur dari banyaknya kegiatan, melainkan dari sejauh mana layanan tersebut memberikan nilai tambah bagi Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Fokus utama transformasi ini tertuang dalam IKU 1 yang menargetkan “Keunggulan Layanan”. Dari hasil pertemuan tersebut, ditetapkan target ambisius Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang akan dikawal ketat, mulai dari skor 82 di tahun 2026 hingga mencapai target nilai 90 atau predikat “A” (Sangat Baik) pada 2029. Untuk mencapai hal tersebut, Munawir menekankan pentingnya standarisasi layanan baik offline maupun online sesuai SE Nomor 9 Tahun 2024. Survei kepuasan pun kini wajib menggunakan metodologi statistik tabel Morgan Krejcie untuk menjamin bahwa data aspirasi dari PTS benar-benar valid dan tidak bias.
Pada sisi penguatan organisasi, IKU 3 menjadi instrumen kunci untuk mengukur predikat SAKIP dan Zona Integritas (ZI). Dalam diskusi yang berlangsung dinamis, muncul terobosan untuk mengintegrasikan Indeks Penilaian Anggaran (IPA) ke dalam formula penilaian kinerja. Langkah ini diambil guna memastikan akuntabilitas keuangan berjalan selaras dengan prestasi birokrasi. “Integrasi IPA akan membuat penilaian kinerja kita lebih real-time dan objektif, sehingga tidak ada lagi celah dalam pelaporan akuntabilitas tahunan,” jelas Munawir Razak di hadapan para pengelola tim kerja LLDIKTI seluruh Indonesia.
Selain layanan dan tata kelola, rakor ini juga membedah rencana peningkatan mutu sumber daya manusia melalui IKU 8 (Dosen Naik Jabatan Fungsional) dan IKU 9 (Fasilitasi Riset dan Inovasi). Berbeda dengan indikator layanan yang bersifat standar universal, target SDM ini akan menggunakan pendekatan Capacity-Based yang disesuaikan dengan populasi dosen di masing-masing wilayah. Strategi ini memastikan setiap LLDIKTI memiliki target yang menantang namun tetap realistis untuk dicapai berdasarkan kapasitas operasionalnya.
Solusi konkret untuk dunia pendidikan. Info selengkapnya seputar pendidikan dan teknologi, kunjungi laman kami Telkom University Jakarta