Berita Kabar LLDIKTI XVI

Tinggalkan Zona Nyaman, Kepala LLDIKTI XVI Tantang Staf Susun Program Berdampak 2026

GORONTALO – Upaya transformasi tata kelola pendidikan tinggi di wilayah Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah terus digalakkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI. Komitmen ini mencapai puncaknya pada sesi keenam atau sesi terakhir Lokakarya Manajemen Perubahan (Change Management) yang digelar secara luring di Hotel Grand Q, Gorontalo, pada Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini merupakan kulminasi dari proses pembelajaran panjang, di mana lima sesi sebelumnya telah dilaksanakan secara daring (via zoom) untuk membedah strategi perubahan organisasi yang efektif.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, yang hadir menutup kegiatan tersebut menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan fondasi strategis menyongsong tahun anggaran 2026. Munawir menekankan pentingnya perubahan cara pandang (mindset) seluruh staf untuk tidak lagi terjebak pada rutinitas administratif semata. Ia menargetkan output konkret dari kegiatan ini adalah lahirnya kemampuan staf dalam memetakan masalah secara jitu dan menyusun program kerja 2026 yang benar-benar memberikan dampak nyata (impactful) bagi pengembangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.

Praktisi manajemen perubahan, Feddy Djunaedi, yang telah mengawal para peserta secara intensif sejak sesi pertama hingga sesi penutup ini, kembali menajamkan pemahaman peserta mengenai musuh terbesar perubahan, yakni “Zona Nyaman”. Dalam paparannya, Feddy mengingatkan kembali bahwa setiap inisiatif program baru di tahun 2026 nanti pasti akan menghadapi “Kurva Perubahan”, termasuk fase kritis yang disebut valley of despair (lembah keputusasaan). Melalui pendampingan luring ini, Feddy memastikan para pegawai memiliki kesiapan mental dan strategi untuk memperpendek masa sulit tersebut agar kinerja organisasi dapat segera meningkat.

Untuk menjawab tantangan resistensi dan memastikan program 2026 berjalan mulus, Feddy membekali peserta dengan prinsip “3T” (Transparansi, Tanggung Jawab, dan Teladan) sebagai kunci utama. Transparansi berarti menyampaikan informasi dampak program secara jujur; Tanggung Jawab berarti menanamkan rasa kepemilikan program kepada seluruh tim; dan Teladan menuntut para staf LLDIKTI untuk menjadi contoh konsistensi dalam melayani. Ketiga prinsip ini diharapkan menjadi nafas baru dalam setiap rancangan kegiatan yang akan dieksekusi tahun depan. Sebagai tindak lanjut, lokakarya ini mewajibkan peserta untuk merancang “Quick Win”—sebuah strategi untuk mengidentifikasi program dengan usaha kecil namun memberikan dampak besar. Dengan berakhirnya sesi keenam ini, seluruh jajaran LLDIKTI Wilayah XVI kini dinilai telah memiliki bekal komprehensif untuk meninggalkan zona nyaman dan siap meluncurkan program-program terobosan di tahun 2026 yang mampu mendongkrak akreditasi dan mutu perguruan tinggi di wilayah kerjanya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *