Berita Kabar LLDIKTI XVI

Kepala LLDikti XVI Buka Sosialisasi ICE Institute: Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di Perguruan Tinggi

Gorontalo – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI secara resmi menggelar Sosialisasi Program Indonesia Cyber Education (ICE) Institute di Aula Universitas Gorontalo, Senin (20/10). Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur ICE Institute, para pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan dosen di lingkungan LLDikti Wilayah XVI ini bertujuan untuk mengakselerasi adopsi pembelajaran digital yang fleksibel dan berkualitas.

Penjabat Rektor Universitas Gorontalo, Rivai Ali, dalam sambutannya sebagai tuan rumah, menyambut baik inisiatif LLDikti XVI. Ia mengungkapkan bahwa program ICE Institute, yang sebelumnya telah didiskusikan dengan Kepala LLDikti XVI, merupakan solusi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman. “Ini adalah peluang yang harus kita tangkap sebagai bagian kolaborasi antar perguruan tinggi dalam menyediakan akses pendidikan berkualitas. Anak-anak kita sekarang lebih melek teknologi,” ujarnya. Rivai Ali juga menegaskan komitmen Universitas Gorontalo untuk segera mempelajari dan mengimplementasikan platform tersebut tahun ini.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur ICE Institute, Rahayu Dwi Riyanti, memaparkan bahwa ICE Institute hadir sebagai mitra perguruan tinggi untuk menciptakan kurikulum yang fleksibel. “Kami tidak menawarkan gelar, jadi jangan khawatir kami bukan saingan. Kami menawarkan mata kuliah ‘eceran’ untuk membantu menambah kompetensi lulusan,” jelasnya. Rahayu menyoroti bahwa platform ini menyediakan akses ke ribuan mata kuliah, termasuk dari universitas ternama dunia seperti Harvard dan MIT, dengan konsep “kualitas internasional, harga lokal.”

Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir Razak, dalam arahannya menegaskan bahwa sosialisasi ini adalah bagian dari upaya LLDikti XVI untuk mendorong transformasi dari paradigma pembelajaran konvensional menuju pembelajaran digital yang terbuka. Ia mengingatkan bahwa LLDikti XVI memiliki sejarah antusiasme yang tinggi terhadap ICE Institute, di mana dua tahun lalu partisipasi mahasiswanya tercatat sebagai salah satu yang tertinggi secara nasional. “Kita ingin melakukan shifting (pergeseran), tidak lagi menggunakan pola-pola lama. dalam beberapa kesempatan Pak Menteri sering sampaikan bahwa universitas harus bergeser menuju generasi keempat yang berdampak, dan salah satu kuncinya adalah teknologi digital,” tegas Munawir. Munawir Razak juga meluruskan miskonsepsi umum yang menyamakan pembelajaran daring hanya dengan pertemuan virtual via Zoom. Menurutnya, pembelajaran daring yang sesungguhnya harus bersifat fleksibel dan mandiri melalui Learning Management System (LMS) yang matang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *