SURABAYA – Pemerintah bersama ratusan pimpinan perguruan tinggi dan kepala LLDIKTI seluruh Indonesia mengukuhkan komitmen bersama dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Perguruan Tinggi untuk Pemberdayaan Masyarakat di Surabaya, Kamis (14/8/2025). Forum strategis yang dihadiri oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVI ini menjadi landasan untuk menegaskan peran sentral dunia akademik sebagai mitra utama dalam mengakselerasi program prioritas nasional untuk pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi desa.
Rakornas dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu. Sesi pemaparan dilanjutkan oleh Ketua Forum Rektor Indonesia, Nurhasan, dan Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Eduart Wolok, yang menekankan kesiapan insan akademisi untuk terlibat langsung dalam agenda pembangunan bangsa.
Dalam forum tersebut, pemerintah memaparkan sebuah arsitektur kebijakan yang saling terhubung, bertumpu pada tiga pilar utama. Pertama, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menjadi pencipta permintaan (demand creator) pasar masif di tingkat desa dengan nilai kebutuhan komoditas mencapai lebih dari Rp 300 triliun per tahun. Kedua, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel MP) yang didesain sebagai institusi ekonomi utama di desa untuk memasok kebutuhan MBG sekaligus memotong rantai pasok yang tidak efisien. Ketiga, Dana Desa yang menjadi fondasi pembangunan infrastruktur fisik dan sosial sejak 2015, yang kini siap mendukung ekosistem ekonomi baru tersebut.
Sinergi ketiga program ini menciptakan sebuah model ekonomi sirkular di tingkat desa, dimana produksi lokal dari petani dan UMKM akan diserap oleh pasar yang pasti melalui kelembagaan ekonomi lokal (Koperasi). Dalam skema besar ini, perguruan tinggi diposisikan sebagai jantung intelektual sekaligus motor penggerak di lapangan melalui implementasi Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui pilar Pendidikan, mahasiswa akan diterjunkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia ; melalui Penelitian, kampus akan menghasilkan inovasi dan model bisnis berbasis data, sementara melalui Pengabdian kepada Masyarakat, perguruan tinggi akan memberikan pendampingan dan inkubasi bisnis secara langsung. Rapat koordinasi ini menjadi penanda dimulainya babak baru kolaborasi multi-pihak yang lebih terstruktur dan berdampak. LLDIKTI Wilayah XVI, bersama seluruh perguruan tinggi di bawah naungannya, berkomitmen penuh untuk berada di garda terdepan, mendedikasikan sumber daya dan keilmuannya untuk menyukseskan agenda nasional ini. Sinergi antara kebijakan pemerintah yang visioner dan kontribusi nyata dari dunia akademik menjadi kunci utama untuk mengakselerasi terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

