Gorontalo, Semarak perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI berlanjut dengan penuh keceriaan. Setelah khidmatnya acara Jalan Sehat Merah Putih, suasana formal langsung berganti dengan gelak tawa saat panggung aneka perlombaan tradisional dibuka pada Jumat (15/8).
Halaman utama kantor LLDIKTI Wilayah XVI sontak menjadi arena kegembiraan. Pemandangan unik terlihat saat para pimpinan, staf, Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta dosen DPK berbaur tanpa sekat, saling memberi semangat dalam lomba makan kerupuk. Senyum dan tawa lepas menghiasi wajah seluruh peserta, menunjukkan sisi lain dari keseharian mereka yang formal dan penuh dedikasi. Lomba sederhana ini terbukti ampuh menjadi medium untuk mencairkan suasana dan mempererat ikatan emosional.
Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah XVI, Irwan Halid, di sela-sela acara menyatakan bahwa momen seperti ini sangat esensial untuk membangun lingkungan kerja yang solid. “Setelah kita ‘menyatukan langkah’ secara simbolis di acara jalan sehat, aneka lomba ini kami selenggarakan untuk benar-benar memperkuat ikatan kekeluargaan. Di sini tidak ada pimpinan atau staf, yang ada hanya keluarga besar LLDIKTI yang bergembira dan merayakan kemerdekaan bersama,” tuturnya.
Kegembiraan tidak berhenti di lomba makan kerupuk. Berbagai permainan rakyat lainnya, seperti memasukkan sedotan ke dalam botol, juga disambut dengan antusiasme yang luar biasa. Momen-momen ini lebih dari sekadar hiburan; ini adalah sarana efektif untuk membangun solidaritas dan kekompakan tim secara informal. Nilai sportivitas, kejujuran, dan semangat pantang menyerah terpancar dari setiap peserta.
Rangkaian perayaan HUT Ke-80 RI di LLDIKTI Wilayah XVI pun ditutup dengan bahagia, meninggalkan kesan mendalam tentang pentingnya keseimbangan antara kerja serius dan kebersamaan yang hangat. Semangat kekeluargaan yang semakin erat ini diyakini akan menjadi energi baru bagi seluruh insan LLDIKTI Wilayah XVI untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.











