GORONTALO, 17 Agustus 2025 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Gorontalo menjadi momentum penegasan komitmen kolaborasi antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Bertempat di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Gorontalo (UNG), upacara bendera yang diikuti oleh sivitas akademika UNG dan jajaran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI ini menjadi simbol sinergi baru untuk mengakselerasi program pendidikan tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Upacara yang berlangsung khidmat ini memiliki signifikansi tersendiri pasca perubahan nomenklatur kementerian. Sinergi antara UNG, sebagai PTN, dan LLDikti Wilayah XVI, sebagai lembaga penjaminan mutu bagi PTS, menandai dimulainya era baru ekosistem pendidikan tinggi yang solid di bawah Kemendiktisaintek. Kehadiran bersama ini menghapus sekat-sekat institusional dan memperkuat visi bersama untuk peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara inklusif di seluruh wilayah.
Rektor UNG, Eduart Wolok, dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, menyampaikan pesan kebangsaan yang visioner. Di hadapan para peserta upacara yang mengenakan busana adat Nusantara, Rektor yang juga menjabat Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) ini menekankan bahwa Indonesia harus bertransformasi dari objek menjadi subjek dalam percaturan global. “Dua dekade menuju Indonesia Emas 2045, perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak. Kita harus berkontribusi positif dengan mengawal program ‘Diktisaintek Berdampak’, memastikan setiap inovasi dan sumber daya yang kita miliki benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat,” tegas Eduart Wolok.
Visi tersebut menggarisbawahi pentingnya kepemimpinan strategis dan sistem tata kelola yang kuat di tingkat nasional untuk dapat diimplementasikan secara efektif di seluruh daerah. Arah kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diharapkan mampu memfasilitasi dan memperkuat kolaborasi antar-perguruan tinggi, serta antara perguruan tinggi dengan dunia industri dan masyarakat. Dengan demikian, semangat yang tecermin dalam upacara di Gorontalo dapat menjadi sebuah gerakan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan.
Puncak prosesi upacara dengan pembacaan naskah Proklamasi yang diberi amanah kepada Kepala LLDikti Wilayah XVI, Munawir Razak, Pembacaan yang penuh penghayatan tersebut semakin mengukuhkan semangat perjuangan para pendiri bangsa. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, senat akademik, dekan, hingga mahasiswa ini ditutup dengan keyakinan bahwa sinergi insan pendidikan tinggi merupakan kunci untuk mengisi kemerdekaan dan menyongsong masa depan Indonesia yang unggul.





