Berita Kabar LLDIKTI XVI

Kepala LLDIKTI XVI: Transformasi Riset Dosen, dari Kewajiban Administratif Menuju Solusi Pembangunan Nasional

Yogyakarta – Produktivitas riset dan pengabdian dosen di perguruan tinggi harus bermuara pada kontribusi nyata bagi pembangunan nasional, bukan lagi sekadar pemenuhan beban administratif. Paradigma ini menuntut karya akademisi menjadi solusi aplikatif atas tantangan bangsa, bukan hanya berakhir sebagai tumpukan publikasi di perpustakaan. Pesan kunci tersebut disampaikan oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Razak, dalam webinar “Optimalisasi Publikasi Buku dari Riset dan Pengabdian Masyarakat”.

Dalam paparannya, Munawir secara kritis mengupas ironi besar di dunia literasi Indonesia. Meskipun berada di posisi lima besar negara penerbit buku terbanyak di dunia, tingkat konsumsi dan minat baca masyarakat justru tidak menunjukkan korelasi positif. Menurutnya, ini menandakan adanya siklus pengetahuan yang terputus. “Produksi ilmu pengetahuan melalui buku dan jurnal melimpah, namun jembatan menuju pemahaman dan aplikasi oleh masyarakat masih rapuh. Tugas kita adalah menyambungkan jembatan itu,” tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong dosen memandang pengabdian kepada masyarakat sebagai sebuah “laboratorium sosial” guna menghasilkan riset yang relevan. Manfaat dari pendekatan ini berdampak ganda: bagi dosen, publikasi yang lahir dari riset berdampak akan menjadi rekam jejak intelektual yang menunjang karir secara substantif; bagi institusi, produktivitas dosen akan secara langsung mengangkat reputasi, meningkatkan peringkat akreditasi, dan memperkuat daya saing di kancah global.

Untuk mewujudkan ekosistem ini, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah menggulirkan berbagai program strategis. Tujuannya adalah menciptakan iklim yang kondusif bagi para peneliti untuk menghasilkan riset yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional. Sebagai penutup, Munawir mengajak seluruh dosen untuk menjadi agen perubahan yang proaktif dalam menjemput masalah di masyarakat dan menawarkannya solusi melalui keilmuan. “Dengan begitu, perguruan tinggi benar-benar menjalankan fungsinya sebagai menara air yang mengalirkan pencerahan,” pungkasnya dalam webinar yang diselenggarakan oleh Deepublish (duniadosen.com) tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *