Berita Kabar LLDIKTI XVI

Wamendiktisaintek Fauzan: PTS Harus Inovatif, Mahasiswa Siap Bersaing

MANADO – Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Fauzan, melakukan kunjungan penting ke Kampus Akademi Manajemen Informatika dan computer (AMIK)  pada Kamis, 17 Juli 2025. Bertempat di ruang pertemuan kampus, kunjungan ini disambut hangat oleh berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Sulawesi Utara. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI, Ketua APTISI Sulut, pimpinan badan penyelenggara, para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS), serta dosen DPK PNS di seluruh wilayah Sulawesi Utara. Kehadiran Wamendiktisaintek diharapkan dapat memberikan arah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi, khususnya di lingkup PTS.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendiktisaintek Fauzan menyampaikan dua poin krusial yang menjadi fokus pemerintah dalam memajukan kualitas pendidikan tinggi. Salah satu penekanan utamanya adalah pentingnya inovasi bagi perguruan tinggi swasta. “Di era disrupsi teknologi dan perubahan yang cepat, PTS tidak bisa lagi hanya mengikuti pola-pola lama. Inovasi menjadi kunci bagi PTS untuk tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” tegas Fauzan. Beliau menekankan bahwa setiap PTS harus secara proaktif mencari cara-cara baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansinya.

Selain itu, Fauzan juga menyoroti kompetensi mahasiswa sebagai aspek vital yang harus menjadi perhatian utama setiap PTS. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dan mumpuni. “Kita harus pastikan bahwa lulusan kita siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif di masa depan, tidak hanya dengan hard skill tetapi juga soft skill yang esensial,” ujarnya. Ini menandakan pentingnya kurikulum yang dinamis dan berorientasi pada kebutuhan industri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Wamendiktisaintek mendorong PTS untuk secara aktif merancang kurikulum yang adaptif, memperbanyak kolaborasi dengan industri, serta mendorong riset dan pengembangan yang berorientasi pada kebutuhan zaman. Kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan masa depan bukan hanya tentang keterserapan kerja, tetapi juga kemampuan mereka untuk menciptakan peluang dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Ini memerlukan sinergi kuat antara dunia akademik dan praktisi. Kunjungan Wamendiktisaintek Fauzan ke AMIK ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen pendidikan tinggi di Sulawesi Utara, khususnya PTS, untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas. Pesan mengenai inovasi dan peningkatan kompetensi mahasiswa ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang perlu diimplementasikan secara konkret demi mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib diisi ditandai dengan *