Gorontalo – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI, Munawir Razak, memimpin langsung dialog perdana antara pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah bersama Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Brian Yuliarto,M.Eng, Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (3/5) di Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo ini dilaksanakan secara hybrid, sebagai upaya membangun sinergi dan memperkuat arah kebijakan pendidikan tinggi berbasis sains dan teknologi di wilayah timur Indonesia.
Dialog ini dihadiri secara luring oleh para pimpinan penyelenggara PTS se-Provinsi Gorontalo, termasuk Ketua Yayasan, Rektor, Wakil Rektor, Ketua, dan Direktur perguruan tinggi. Sementara itu, peserta dari Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah, termasuk Dosen Penugasan Khusus (DPK), mengikuti kegiatan secara daring melalui platform Zoom. Guna memperluas jangkauan informasi, kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi LLDIKTI Wilayah XVI.
Dalam sambutannya, Munawir Razak menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Brian Yuliarto serta apresiasi kepada Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok, yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini, Ia menegaskan bahwa dialog ini merupakan pertemuan langsung pertama dengan Menteri sejak LLDIKTI Wilayah XVI berdiri pada tahun 2020. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pimpinan PTS untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memperoleh arahan langsung sekaligus menyampaikan masukan konstruktif kepada kementerian.
Agenda utama dalam dialog ini adalah pembahasan program “Diktisaintek Berdampak”, yang diluncurkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini. Program tersebut bertujuan untuk mendorong kolaborasi riset, pengembangan talenta, serta pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di lingkungan perguruan tinggi. Dalam laporannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVI mengungkapkan bahwa dari 83 PTS yang berada dalam wilayah kerjanya, baru 57 institusi yang telah menyerahkan data identifikasi potensi masing-masing. Ia pun mengimbau 26 PTS lainnya untuk segera mengirimkan data guna mendukung sinkronisasi program dengan pemerintah daerah.
Kegiatan dilanjutkan dengan arahan dari Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya inovasi dan penguatan kapasitas riset di lingkungan PTS sebagai katalisator pembangunan daerah. Beliau juga mendorong perguruan tinggi untuk terus memperluas dampak keilmuannya melalui kolaborasi lintas sektor dan program-program pemberdayaan yang adaptif terhadap kebutuhan lokal dan global.



